Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

Selasa, 10 Maret 2015

Biznet Membangun 11.000 Km Jaringan Serat Optik

Biznet sudah hadir sejak tahun 2000 di Indonesia. Untuk industri jaringan internet yang menggunakan serat optik secara nasional, Biznet merupakan pemain swasta satu-satunya. Menurut Adi Kusuma, Presiden Direktur Biznet, hal tersebut merupakan masalah komitmen untuk bisa melakukan ekspansi ke daerah. Meskipun di daerah itu uangnya jauh lebih kecil daripada di Jakarta, Biznet melihat kebutuhan untuk internet itu seperti apa, di mana yang membutuhkan, dan bagaimana Biznet bisa merebut pasar.
Adi Kusuma, Presiden Direktur Biznet
Adi Kusuma, Presiden Direktur Biznet
Adi berpendapat, untuk membangun infrastruktur itu seperti telor atau ayam. “Kalau tidak ada yang membangun jalan, maka tidak akan ada yang tinggal di daerah itu,” ujar Adi kepada Dadi A. Salim dari SWA Online. Hal tersebutlah yang sedang dikerjakan oleh Biznet di Indonesia. “Kalau ada yang bisa disisihkan dari Jakarta, kami tentu akan bangun di daerah lain. Memang ada di dalam rencana misi kami, inginnya Indonesia itu tidak memiliki kesenjangan digital,” tambah Adi.
Bagaimana rencana di 2015 untuk memperluas jaringan broadband seperti apa?
Kami sekarang sedang membangun yang namanya Biznet Nusantara. Kami sedang membangun di pulau Jawa, Sumatra, dan Bali. Samapai sekarang ada 35 kota dan untuk tahun depan mungkin akan menambah sekitar 30 kota, jadi per tahun depan akan menjadi sekitar 75 kota.
Akan buka di kota mana saja? Akan dibangun jaringan kabel serat optik sepanjang berapa kilometer pada tahun 2015? Dan ini menjangkau wilayah mana saja?
Sampai sekarang sudah ke Semarang, Januari itu sudah sampai Yogyakarta dan bulan Maret sudah sampai Bali. Untuk tahun depan akan bangun lagi jaringannya yang lebih luas. Kami fokus di Jawa dan Bali juga sudah mencapai Sumatera. Saat ini daerah timur memang baru sampai Bali, tapi kami sedang eksplorasi untuk sampai Makassar, Balikpapan, dan Samarinda.
Biznet-Adi2
Berapa investasi yang dibutuhkan untuk ini semua?
Kalau untuk tahun ini total sampai US$ 70 juta. Kalau untuk tahun depan ya mungkin di sekitar angka yang sama. Cuma kalau kondisi ekonomi agak sedikit turun ya mungkin akan kami kurangi, tapi rencananya akan kami coba bangun yang sama dengan tahun ini.
Sekarang ini, sudah seperti seperti apa posisi biznet? Sudah berapa kota yang dapat dilayani Biznet dengan kabel serat optik?
Kami memang fokus untuk korporat, tapi kami sekarang sudah ada yang retail. Seperti sekarang di daerah Pekalongan, Semarang, Bali, Surabaya, Malang itu sudah ada produknya yang berupa TV kabel. Jadi sekarang sudah ada produk untuk yang masuk rumah, tapi sekarang sedang mempersiapkan satu produk lagi untuk konsumer juga.
Kami ini kan masuk ke kota-kota yang jaringannya belum siap, yang ada hanya Telkom yang melakukan jaringan serat optik ini. Itu juga Telkom merupakan BUMN, bukan swasta. Untuk cakupan nasional kami bisa dibilang satu-satunya pemain swasta yang menyediakan jaringan fiber optik.
Sudah berapa kilometer jaringan kabel serat optik yang dibangun? Itu mencakup wilayah mana saja?
Untuk sampai hari ini sudah ada 11 ribu kilometer. Untuk ke depannya ya tergantung dolar juga. Jadi karena investasi kami itu harganya dolar dan revenue kami dalam bentuk rupiah. Jadi kalau dolar bisa membaik ya tentu bisa bangun lebih banyak, tapi kalau sebaliknya ya akan kami sesuaikan. Seperti halnya tahun ini kami sudah bangun 4 ribu kilometer. Kalau misalnya bisa kaya tahun ini ya mungkin sekitar 4 ribu juga. Memang target untuk pertahun itu 4 ribu kilometer, tapi tergantung situasinya juga.
Maunya sih ya semua daerah bisa kami hubungkan, tapi lihat-lihat juga daerah mana yang bisa siap kebutuhannya dan secara teknis juga feseable. Jadi ini kami namakan programnya Nusantara, untuk menghubungkan daerah-daerah yang ada di Indonesia.
Apa lagi rencana ke depannya?
Kami memprediksi nanti sekitar tahun 2020 akan ada sekitar 200 juta smartphone dan tablet. Hal tersebut tidak bisa dibendung, mau bagaimana juga alatnya akan tetap datang dan tetap dibeli oleh pasar dan dipakai juga. Alat-alat ini kan membutuhkan koneksi internet, ini yang ingin kami coba mengambil pangsa pasar di situ. Sekarang kami sedang memikirkan bagaimana caranya untuk bisa mengambil pasar di para pengguna gadget ini.
Kalau untuk daerah rumahan, kami sudah menyediakan untuk TV kabelnya. Jadi, bisa dibilang produknya sudah cukup komplet, ada yang rumahan, korporat, dan untuk yang retail ini sedang dalam proses.
Apa produk/jasa utama yang diharapkan jadi andalan Biznet?
Produk yang kami utamakan tentu yang pasti untuk korporat, karena mereka kan untuk kepentingan bisnis. Tapi kami melihat bahwa peluang di masa depan itu seperti yang saya bilang tadi, ada di 200 juta smartphone dan tablet. Sekarang caranya sedang kami siapkan, nantinya memang akan ada satu produk baru. Tapi untuk sekarang saya belum bisa bicara banyak tentang produk baru ini.
Kenapa begitu optimistik dengan bisnis di jaringan internet ini? Seperti apa gambaran potensinya?
Kami sangat optimis karena melihat pangsa pasar di korporat juga cukup lumayan. Jadi yang sekarang sedang dipikirkan itu PR kami untuk bagaimana Biznet bisa masuk ke konsumen retail. Yang namanya internet itu destruktifnya kan banyak sekali. Seperti contohnya komputer, orang mau main game sekarang bisa pakai tablet, untuk nonton TV sudah ga usah pakai TV tapi lewat tablet juga bisa. Jadi bisa dibilang hasilnya mirip walaupun tidak sama persis, bisa melakukan hal yang sama. Yang menggantikan teknologi ini banyak dan menghasilkan hasil yang serupa.
Biznet masuk sampai ke kota-kota kecil meskipun jumlah korporat banyak berkumpul di kota besar, tapi di sana pun ada perusahaan seperti perbankan yang membutuhkan jaringan internet. Jadi kalau saya mau jualan ya pasti di hadirkan ke semua area. Makanya kami di Biznet melihat bahwa untuk masuk satu kota, selain untuk pasar korporat, kami juga coba masuk pasar retainya. Jadi sekali dayung, dua sampai tiga pulau bisa terlewati. Jadi seperti yang tadi saya bilang, untuk tahun depan itu selain B2B, bagaimana caranya juga untuk bisa B2C. Karena jumlah pasar penduduk Indonesia itu luar biasa besar.
Sampai akhir tahun ini, sudah berapa pelanggan korporat dan retail? Sudah berapa gedung yang bekerja sama dengan Biznet?
Kalau di Biznet pelanggan korporat kurang lebih sekitar 70 ribuan. Kalau untuk yang retail ini mungkin hanya baru sekitar 10 ribuan. Kami juga ada bentuk kerja sama dengan beberapa shoping mall untuk menyediakan akses jaringan internet untuk mereka. Seperti yang sudah dijalankan ada di Baywalk dan beberapa lainnya, tapi memang masih dalam cakupan Jabodetabek.
Kebijakan-kebijakan apa yang diperkirakan akan berpengaruh secara signifikan terhadap bisnis mereka?
Kalau bagi Biznet, yang namanya infrastruktur itu tidak bisa nunggu. Bagaimana pun kalau untuk ekonomi berkembang harus ada transportasi fisik dan transportasi virtual. Virtual ini kan bentuknya data, bagaimana pun juga ini memerlukan jaringan fiber optik. Kalau untuk saat ini kebijakan di pemerintah yang baru ini, untuk industri seperti kami terus terang saya belum lihat. Tapi kalau dilihat kemarin itu ada national broadband plan, dari blueprint-nya sudah ada tinggal siapa nih yang menjalankannya.
Apa harapannya kepada pemerintahan baru sekarang?
Yang jelas penduduk Indonesia itu semakin pintar. Boleh dibilang internet itu sekarang adalah perpustakaan dunia. Mau nyari apa saja juga ada, mau nyari gosip juga gampang, media juga jadi bisa lebih cepat.
Bagaimana pula mereka mempersiapkan diri menghadapi MEA? Apa saja yang mereka lakukan?
Kalau dari sisi infrastruktur yang tadi saya bilang, kalau transportasi datanya bagus ada kemungkinan daerah yang bersangkutan akan berkembang. Kalau misalnya perusahaan dari Malaysia mau masuk Indonesia bikin pabrik, tentu butuh informasi data dari kantor pusatnya. Ini bisa dalam bentuk konfrensi video, maupun data bisnisnya, tentu perlu koneksi internet. Internet ini kan sebenarnya lucu, barangnya tidak keliatan tapi perlu.
Kalau dilihat secara market-nya itu sudah ada, tapi ini bukan hanya untuk komunikasi saja. Sekarang internet dipakai untuk bisa eksis. Seperti halnya sosial media, orang bisa update sesuatu dan seluruh dunia bisa tahu. Sekarang orang mau ke toilet aja bikin status.
Seperti apa target-target bisnisnya? Pendapatan ditargetkan tumbuh berapa persen? Berapa persen pula target pertumbuhan labanya?
Kalau secara konsisten kami bisa tumbuh sekitar 30% sampai 40%. Targetnya ke depan kalau bisa ya sama segitu juga. Menurut saya kalau mau bikin target itu harus sesuatu yang bisa dijangkau, jangan kalau orang bilang itu mimpi. (***)

sumber: http://swa.co.id/technology/biznet-membangun-11-000-km-jaringan-serat-optik

Lifi, Wifi Berbasis Cahaya Berkecepatan 100Gbps

University of Oxford
Sistem LiFi dalam percobaan
KOMPAS.com - Kabel fiber optic berkecepatan tinggi yang menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi modern tidak menghantarkan data langsung ke komputer milik konsumen. Urusan last mile itu biasanya diserahkan ke perantara lain, seperti kabel tembaga atau sinyal nirkabel. Nah, bagaimana kalau "cahaya" dari kabel fiber optic bisa dibuat menjangkau langsung aneka perangkat yang menjadi tujuan akhir data, baik komputer, TV pintar atau lain sebagainya?
Itulah ide di balik sebuah percobaan yang dilakukan oleh Oxford University dan University College, di mana "cahaya" sebagai medium pengantar data di kabel serat optik diambil, diperkuat, lantas dipancarkan ke komputer secara nirkabel sehingga berperan serupa jaringan Wi-Fi. Dari hasil percobaan, berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas Tekno dari IEEE Spectrum, Senin (16/2/2015), sistem yang dinamakan "LiFi" itu berhasil mentransfer data dengan kecepatan mencapai 100 Gbps, berkali-kali lipat lebih kencang dibandingkan standar Wi-Fi tercepat saat ini (802.11ac) yang mentok di angka sekitar 7 Gbps.
Namun, LiFi memiliki kelemahan dibanding metode Wi-Fi konvensional. Meski diterapkan melalui semacam base station yang ditempel di langit-langit ruangan, LiFi membutuhkan direct line of sight alias "pandangan" langsung ke perangkat tujuan yang dilengkapi receiver khusus, layaknya koneksi infra red pada gadget jadul. Selain itu, perangkat tujuan pun harus stasioner alias tidak boleh dipindah-pindahkan. Tim peneliti sedang mengembangkan cara untuk membuat sistem penjejak yang memungkinkan base station LiFi melacak posisi perangkat di dalam ruangan dan membuat sambungan. Karena belum praktis, untuk sekarang mungkin LiFi masih tak bisa menggantikan WiFi. Namun, dengan kecepatan potensial mencapai lebih dari 3 terabit, para penciptanya berharap teknologi ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk aplikasi lain.

Perbandingan Jenis Kabel Serat Optik



Fiber Optik

Aplikasi Fiber Optik
Kapasitas besar
¤Transmisi data 2 Gbps berjarak puluhan kilometer dp dilakukan
¤Kabel koaksial beberapa Mbps dlm maksimal 1 km.
¤Twisted pair hanya 100 Mbps dlm puluhan km.
Ukuran kecil dan lebih ringan
¤Lebih kecil diameternya
¤Lebih ringan beratnya
Attenuasi lebih rendah
¤Attenuasi jauh lebih rendah dibanding dg kabel lain
Isolasi elektromagnetik
¤Tdk terpengaruh oleh medan elektromagnetik dari luar kabel.
¤Tdk rapuh thd noise atau crosstalk
Jarak repeater lebih besar
komponen Utama Fiber Optik
Fiber optic mempunyai 3 komponen utama : 
¤Media transmisi: Menggunakan serat kaca yg sangat halus atau silika yg terfusi. 
¤Sumber cahaya :Memanfaatkan Light Emitting Code atau laser diode dimana keduanya memancarkan pulsa cahaya apabila diberikan arus listrik. 
¤Detector : Menggunakan photodiode, yg berfungsi utk membangkitkan pulsa elektrik apabila ada cahaya yg menyorotnya.
Klasifikasi Fiber Optik 

¨Berdasarkan mode gelombang cahaya yang berpropagasi pada serat optik
¤Multimode Fibre
¤Singlemode Fibre
¨Berdasarkan perubahan indeks bias bahan
¤Step index fibre
¤Gradded index fibre
  

  
Penggunaan Fiber OPtik
Jarak jauh  ¤Utk jaringan telepon, berjarak 900 mil, berkapasitas 20.000 sampai 60.000 channel suara. Metropolitan     ¤Berjarak 7,8 mil dp menampung 100.000 channel suara.
Subcriber loop  ¤Digunakan utk menghubungkan central dg pelnggan langsung. LAN  ¤Digunakan dlm jaringan lokal menghubungkan antar kantor. Daerah rular 
¤Berjarak antara 25 sampai 100 mil yg menghubungkan berbagai kota
jenis - jenis fiber Optik 
Single mode : sinar yang lewat hanya single, diameter fibernya kecil agar tidak terjadi reflection  Multimode : sinar yang lewat banyak, akibatnya jarak tempuh sinyal semakin jauh sehingga bandwidthnya menjadi terbatas.
¤Mempunyai dua profil :
nGraded Index
nStep Index
 




 
Blogger Templates